KEDAMAIAN.ORG
SIASAT PENERJEMAH OTORITER
Kami kutip dari buku "Panduan Belajar Menerjemah Al-Quran" karangan Solihin
Bunyamin Ahmad, Lc. Penerbit Khairul Bayan 2003. Halaman 15-17 sebagai berikut :

"Karena itu para Ulama berpendapat bahwa terjemah bebas lebih baik daripada
terjemah harfiah (melihat kata dari bahasa asal yang terkandung didalamnya).
Bahasa terjemah harfiyah tersebut tidak bisa dipakai dalam masalah penerjemahan"

"Prof. Dr. Muhammad Didawi dalam kitabnya 'Ilmu Al-Tarjamah baina
an-Nadhriyyah wal al-Tathbiq" mengatakam : 'Jadi Kesimpulannya terjemah harfiyah
itu masih memiliki kekurangan-kekurangan yang terkadang justru menjadi penyebab
rusaknya bahasa. Meskipun di sisi lain terjemah herfiyah diperlukan sekali untuk
menjaga keutuhan makna bahasa asal"

Terlihat dengan sangat jelas niat politik dari pernyataan kelompok elit islam diatas karena
para elit agama islam memang mengingimkan penerjemahan bebas (terserah mereka
sendiri) yang berdasarkan interpretasi subjektif dari kelompok mereka sendiri.  Jika kita
mempunyai selera humor yang baik pasti akan tertawa dengan pernyataan yang teledor
semacam itu.

Mereka seolah tidak percaya dengan teks Quran dan alih-alih menerjemahkan secara
bebas dan subjektif karena seolah menganggap Tuhan tidak dapat membuat kalimat
yang dapat dimengerti manusia awam sehingga perlu bantuan kelompok yang
menganggap dirinya para ahli tafsir (pemaknaan) dan menjadi wali atas segala ajaran
dari Quran.  Orang yang berpikir logis tentu akan merasakan maksud politis terselubung
dari semua ini.  Dalam web site ini kami akan menantang anggapan salah ini dan akan
dibuktikan bahwa Quran dapat diterjamahkan secara objektif karena mempunyai bahasa
yang sederhana dan lugas dan mustahil akan menghasilkan beda-beda pendapat
sepanjang kita percaya keutuhan makna tekstual dari kitab ini dan kita harus ingat
bahwa teks dalam Quran adalah karya tulisan Tuhan sendiri untuk seluruh manusia jadi
mestilah gampang dimengerti. Wahyu Tuhan sepanjang dimensi kemanusiaan sangat
aplikatif akan tetapi para elit agamawan men-cap sulit dan bahkan ada diantaranya yang
melarang penerjemahan secara personal.

Tidak selalu salah jika kita mempercayakan pada orang lain tetapi apabila setelah kita
cek kebenarannya ternyata mereka berbohong, akankah kita berdiam diri ?  

"Selera humor yang baik seringkali dapat mengenali suatu kebohongan sebab
kebohongan biasanya terkesan mengada-ada dan konyol"
Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional
karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada
hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk
negara tertentu
Under construction, please refresh
Perhatian : Ulama yang dimaksud bukan dalam seluruh web site adalah ulama yang
hidup antara 180-200 tahun Hijriyah.