KEDAMAIAN.ORG
3:67 Ibrahim bukan pemeluk agama yahudi, agama Nasrani tetapi dia seorang
Haniffan, seorang damai (Musliman) dan bukan termasuk orang idolator
(musyrikin).

Inilah ayat yang merupakan kunci utama yang membuka rahasia musuh-musuh
perdamaian yang mengatas-namakan Tuhan. HANIF adalah istilah bagi orang yang tidak
beragama (irreligius) dimana asal kata berasal dari bahasa yang lebih tua dari bahasa
arabic yaitu aramaic dari kata '
hanfe' yang artinya orang yang tidak beragama.
Dalam bahasa inggris adalah 'heathen' (an irreligious). Menurut kamus arabic Lane 1893
hanif dari akar kata HNF yang arti asalnya adalah 'to decline' atau 'menolak'.

Perhatikan jika Ibrahim itu Haniffan (tidak beragama) maka bagaimana mungkin dia
seorang penganut agama islam jika islam itu agama ? Jadi inilah bukti bahwa islam
bukan agama melainkan suatu kondisi dimana seseorang dalam kedamaian. Para ulama
dan ahli agama islam kebingungan dengan kata hanif ini dan ada yang menerjemahkan
dengan 'orang yang lurus' tanpa memperhatikan asal-usul kata dan ada pula yang
menerjemahkan 'monotheis'. Padahal orang yang lurus dalam Quran disebut 'mustaqim'
seperti dalam surat Al-Fatihah : 'Ihdiena sirothol mustaqim' atau 'tunjukkan jalan dari
orang yang lurus'.

Disamping itu sangatlah kontradiksi atau sangat berlawanan antara monotheis (yang
artinya agama) dengan Hanif yang justru berasal dari kata menolak, yang artinya
menolak agama pada umumnya ?.

Logika dari ayat diatas sangatlah jelas jika terjemahkan secara kata asal, bahwa Ibrahim
adalah seorang yang menolak agama pada umumnya tetapi dia adalah seorang yang
damai dan bukan seorang peng-idola. Jika kita mau mau jujur maka kita tahu bahwa
semua agama pada umumnya adalah peng-idola walaupun para pengikutnya rata-rata
bersifat hipokrit (munafik) dan menolak sebagai peng-idola tetapi pada kenyataannya
pasti ada yang diidolakan terutama dalam tata cara ritual mereka paling tidak mereka
mengidolakan tokoh-tokoh dalam kelompok agama mereka baik yang sudah tak ada
maupun masih ada, sampai-sampai kebiasaaan Nabi ramai-ramai dicontoh dari mulai
cara berpakaian, memelihara jenggot, cara kencing dan lain-lain.  Mereka paling tidak
mempunyai peminpin-peminpin yang mereka anggap lebih suci dari dirinya dan
dogma-dogma dari mereka dianggap mempunyai kekuatan hukum agama sebagai wakil
Tuhan di dunia.

Kami pada dasarnya adalah heretic dan mengambil garis yang tegas yang bahkan
menyamakan semua Nabi-Nabi hanya sebagai utusan pembawa pesan dan karena
mereka semua telah mati maka pesan lebih penting daripada pembawa pesannya sendiri.
Sikap tegas ini diambil berdasarkan wahyu Tuhan sendiri dan bukan atas keinginan
sendiri atau motif pribadi.
MUSLIM 3:67
Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional
karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada
hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk
negara tertentu
Under construction, please refresh