| Website ini merupakan non-profit bisnis yang bertujuan untuk memakmurkan wahyu- wahyu kitab suci Tuhan yaitu Konsep Perdamaian yang justru menantang konsep agama-agama yang dianut manusia dari dulu hingga kini yang ternyata merupakan agenda sistematik dari musuh-musuh Tuhan yang ingin merusak ajaran dan perintah Tuhan “dari dalam selimut” untuk menggagalkan perdamaian dengan memperkenalkan istilah "agama" yang justru ditolak Nabi Ibrahim seperti tercatat dalam Quran sebagai seorang haniffan (penolak). Akar kata Hanif dalam kamus arab modern diartikan sebagai 'orang yang lurus' tetapi dalam kamus arab-aramaik klasik akar kata hanif artinya 'menolak'. Dalam website ini akan diterangkan bahwa Ibrahim 'menolak' ajaran agama pada umumnya (bukan terbatas pada polytheisme) dan dia juga seorang 'musliman' (orang yang 'damai', bukan orang yang beragama islam sebab tidak ada bukti sejarah agama islam pada masa Ibrahim). Disamping itu sejarah sudah membuktikan justru agama menjadi penyebab utama peperangan sebab agama memperkuat rasa perbedaan (kelompok) yang dalam Quran disebut 'shiayan' sehingga dunia penuh dengan peperangan, kemiskinan dan perbudakan. Agama apapun itu ternyata bukanlah dari Tuhan. Bukti-bukti taktik perusakan ajaran Tuhan itu dibahas secara terperinci dengan berdasarkan pada argumen dari wahyu Tuhan sendiri khususnya Quran yang mengajarkan manusia menggunakan akal sehatnya mempercayai keberadaan Tuhan. Seperti 'Pernyataan Ibrahim' (Milat Ibrahim) berasal dari jalur pemikiran Ibrahim berproses dari yang pertama ia pikir bahwa matahari adalah Tuhan, tetapi karena tenggelam setiap menjelang malam maka akal sehat berpikir bahwa matahari tidak mungkin Tuhan. Suatu saat sebelum itu ia menghancurkan patung-patung kecil dan menyimpan pemukulnya pada sebuah patung yang paling besar sebagai sindiran pada orang pencandu agama untuk menggunakan otaknya. Inilah nasehat atau kata-kata Ibrahim. Inilah Milat Ibrahim, sampai akhirnya ia menemukan Tuhan yang sebenarnya dan Tuhan menjadikannya sebagai Teman. Pertamakali golongan Yahudi-lah yang mengatakan Milat itu agama yahudi selanjutnya ulama islam meminjam ide yang sama namun untuk menyatakan agama islam. Padahal kebohongan orang Yahudi ini sangat jelas terlihat bila kita baca di tulisan-tulisan orang Yahudi sekarang, ada kata 'milat ha- shavua' atau 'Word of the week' ? apakah yang dimaksud 'agama minggu ini' ? kan tidak, Milat itu hanya kata biasa yang memang artinya : Word atau kata-kata atau ucapan, dimana dalam konteks Ibrahim adalah 'Pernyataan'. Ulama arab dalam hal ini menerapkan kebohongan ahli agama Yahudi dalam kata Milat sebagai suatu kebenaran dan kebetulan kata milat memang buakn kosa kata asli arabic melainkan aramaic yang merupakan asal bahasa arab sekarang . Mereka inilah sayangnya, dengan mengatas namakan nama agama masing-masing, menjadi musuh-musuh Tuhan yaitu orang tidak mau menggunakan akal sehatnya kembali pada kebiasaan semula pada ritual-ritual yang tidak perlu seperti penyimbolan Tuhan pada manusia (trinitas) dan bangunan yang dinamakan Baitullah (rumah Tuhan) bahkan didekat bangunan itu terdapat penyimbolan telapak kakinya Ibrahim sendiri. Dan tidak jauh dari bangunan itu ada juga simbol setan. Jenius sekali ? Sungguh kalau saja kita punya selera humor yang baik sebetulnya itu terasa ganjil dan tentu akan terkekeh-kekeh dengan praktek yang tidak intelek dan tidak berselera seperti ini. Agama-agama yang akan diadili oleh kebenaran wahyu Tuhan khususnya adalah agama Yahudi, Kristiani dan Islam. Ketika Nabi Musa hidup dia tidak penah tahu adanya agama Yahudi. Ketika Nabi Isa hidup dia juga tidak pernah tahu adanya agama kristiani. Demkian pula halnya ketika nabi Muhammad hidup dia tidak pernah tahu adanya agama islam. Anehnya ketiga agama besar ini justru muncul setelah meninggalnya para Nabi itu. Ini sudah bukti awal bahwa agama memang diciptakan oleh musuh-musuh Nabi dan mendedikasikannya pada Nabi seolah ajaran agama datangnya dari para Nabi. Tetapi tidak saja terbatas pada ke tiga agama utama itu, karena pada dasarnya konsep semua agama-agama bertentangan dengan ketetapan Tuhan. Atheisme berbeda dengan agama namun ini juga melanggar ketetapan Tuhan karena tidak mempercayai keberadaan Maha pencipta. Khususnya Quran menjadi alat yang akan kami gunakan untuk membuka tabir agenda musuh-musuh Tuhan karena akar kata-kata dalam Kitab ini tidak berubah semenjak pertama di-inspirasikan hingga sekarang. Adapun bukti kebenaran Quran ini terjaga karena ia justru menolak ajaran “agama islam” sendiri yang selama ini dipercaya muslimin, menolak “agama kristianiti” dan tentu saja menolak “agama yahudi”. Dimana menurut Quran ketiga agama ini melanggaran hukum dasar atau prinsip dasar dari dosa yang tidak akan ampuni yaitu idolisasi dan simbolisasi selain dari Tuhan yang tunggal.
Anda akan terkejut jika anda tahu bahwa sebetulnya begitu sederhana ketetapan konsep Tuhan. Tidak hanya itu dan juga gampang dan masuk akal. Namun konsep yang sederhana ini ternyata menjadi sukar bagi orang-orang yang super bebal. Yaitu orang- orang yang asal percaya pada orang-orang yang dianggap mereka ahli dalam hal keagamaan. Tanpa melalui Milat atau jalur pemikiran logis cara Ibrahim. Itulah sebabnya sangat masuk akal jika Tuhan akan membuat neraka yang sangat panas dimana bahan bakarnya adalah batu dan tubuh mereka sendiri. Karena bukannya mereka tidak mengerti tetapi karena tidak mau percaya pada Quran saja. Padahal mudah. Buktikan sendiri.
|
| Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk negara tertentu |
| Under construction, please refresh |