| قل صدق الله فاتبعوا ملة ابراهيم حنيفا وما كان من المشركين Qul sadaqa Allahu faittabiAAoomillata ibraheema haneefan wama kanamina almushrikeena "katakan Tuhan bersaksi ikutilah pernyataan (milat) Ibrahim seorang hanif (penolak) dan dia bukan seorang yang sirik (peng-idola)" 3:95 Kita mestinya lebih kritis bahwa ketika Ibrahim menghancurkan tempat peribadatan dan patung-patung maksudnya secara moral adalah menolak agama yang umum ada pada masa itu. Tidak masuk akal apabila ia meninggalkan tempat-nya utuh dan meng-klaim bahwa sekarang ini menjadi rumah Tuhan. Sebab mestinya kalau memang ia seorang yang murni tentunya ia akan menghancurkan sekalian dengan tempatnya. Disinilah tipuan setan yang licin seolah membenarkan tindakan menghancurkan patung tetapi secara lihai menggantikan tempatnya (kabah) sebagai materi baru yang diasosiakan dan diidolakan disisi Tuhan yang suci sebagai pengganti patung-patung itu. |
| Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk negara tertentu |
| Under construction, please refresh |