وما امروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاةويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة 98:5 Dan mereka tidak di perintahkan kecuali untuk memakmurkan pengabdian pada Tuhan dan Muhlisin (menjadi orang yang setia) pada dien (jalan hidup) yang hunaffa'a (menolak agama) dan peganglah sholla (komitmennya) dan zakaa (bersihkan). Dan itulah jalan hidup yang berharga (al- qoyimah). Perbedaan dengan terjemah ahli agama islam adalah sebagai berikut : dien=agama, hunaffa'a (menolak agama politheis) sehingga : "Setia pada agama yang menolak agama politheis" Terlihat dengan jelas bahwa yang mereka perjuangkan adalah agamanya diatas agama lain. Hal ini menimbulkan perbedaan kelompok dan mengakibatkan peperangan antar agama. Sedangkan terjemah yang berdasar asal kata mengandung perdamaian karena 'jalan hidup' tidak mempunyai organisasi dan angkatan perang. Jalan hidup lebih ke arah personal yaitu secara pribadi yang tidak memperdulikan agama. Justru inilah jalan hidup yang paling berharga. Lucunya dalam terjemah DEPAG hunaffa'a dan al-qoyimah sama-sama diterjemahkan sebagai agama yang lurus alias main pukul rata saja. Apakah anda tidak curiga ? kemudian mereka membuat komentar lain bahwa agama yang lurus adalah agama yang tidak mempersekukan Tuhan, padahal kita tahu setiap agama selalu mempersekutukan Tuhan, apakah itu pada benda, pada orang walaupun dengan alasan sebagai simbol. Sehingga komitmen mereka selalu ambigu dan menimbulkan tanda tanya besar. |
| Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk negara tertentu |
| Under construction, please refresh |