
| Anda akan terkejut jika ternyata dalam Quran diperintahkan untuk menolak semua agama-agama untuk Tuhan. Kami juga mempunyai perasaan yang sama dan bertanya- tanya tetapi setelah mencoba merenungkan kembali dan meng-kaitkan dengan kata islam yang juga berarti damai maka terbukalah secercah cahaya yang kemudian menjadi terang. Dimanakah dalam Quran dan kata apa yang dimaksud Tuhan memerintahkan kita berpaling dari agama-agama ? akar katanya HNF (hanif) yang disebut sebanyak 12 kali yaitu terdapat dalam ayat 22:31, 98:5, 2:135, 3:67, 3:95, 4:125, 6:79, 61:61, 10:105, 16:120, 16:123 dan 30:30. Semuanya akan kita bahas satu persatu. Selain itu menurut biografi paling tua 'Sirat Rasullulah' ditulis Ibnu Ishak (85 Hijriyah) mencatat sebagai berikut : "Suatu hari ketika suku Quraish berkumpul untuk upacara tahunan mengelilingi idol mereka (ka'bah sekarang), empat orang dari mereka mengundurkan diri secara diam- diam dan bersepakat dalam ikatan persahabatan. Mereka adalah Waraqa b.Naufal (paman istri pertama Nabi Muhammad), Ubaydullah b.Jahsh, yang ibunya adalah Umayma d.'Abdu'l Muttalib, Uthman b.al-Huwayrith and Zayd b.'Amr. Mereka berpendapat bahwa masyarakatnya telah menyalahahi (merusak) ajaran Ibrahim, dan batu yang mereka kelilingi tidak punya kuasa, tidak dapat melihat mendengar, tidak dapat menyakiti atau menolong. "carilah agama bagimu sendiri" mereka berkata, "Demi Tuhan kamu tidak menganut agama". Maka kemudian mereka pergi dengan jalannya sendiri sebagai "hanaffiya"-- jalannya Ibrahim". (Ibn Ishaq, Life of Muhammad, tr. Guillaume, hal. 99) Terlihat dengan jelas bahwa upacara keagaaman (mengelilingi ka'bah) ini justru diadopsi oleh agama islam dari tata cara agama arab jaman dulu dan bukan dari Quran. Dan keempat tokoh itu menurut ulama islam adalah penganut ajaran Injil yang benar sebab pada masa itu Quran belum lagi turun. Dan bahkan Nabi Muhammad ketika sudah menjadi Rosul beliau bermimpi bahwa Waraqa masuk surga walaupun tidak masuk agama islam. Lucunya orang kristen menganggap ke 4 tokoh di fihak mereka sebab tidak masuk islam walaupun mereka mengakui kata hanafiyya yang dimaksud adalah bukan dari golongan Kristen dan Yahudi. Jika kita tarik benang merah dari kisah itu dan dari sebutan Ibrahim seorang haniffan (yang menolak) maka sangat jelas bahwa baik itu Ibrahim dan ke 4 tokoh itu adalah orang-orang yang menolak agama ritual namun mempercayai Tuhan satu dan mereka bukan dari golongan agama manapun baik itu Yahudi, Kristen dan agama Islam yang mencontoh ritual keagaaman pagan (mengelilingi batu). Bahkan Zayd b.'Amr berkata : "Ya Tuhan jika aku tahu bagaimana cara menyembah padaMu agar Engkau suka, maka aku akan menyembah. Tetapi aku tahu bukan itu (yang Tuhan inginkan)". Jadi apa yang salah dalam agama islam, agama kristen, agama yahudi dll ? Apabila kita teliti dimana ciri-ciri agama adalah adanya penyekutuan dan peng-idolaan sesuatu dengan Tuhan. Jangan kira bahwa agama islam, kristen, yahudi berdasarkan ajaran murni yang dibawa utusan Tuhan. Tetapi ahli-ahli agamalah yang telah menyalahgunakan dan meng-interpretasikan kembali wahyu-wahyu Tuhan menjadi agama-agama, seolah-olah bahwa wahyu Tuhan itu agama. Mereka telah merubah jalan hidup yang penuh kedamaian versi Tuhan menjadi agama-agama ritual versi manusia yang berbeda-beda dan saling bersaing dan bunuh. Inilah ayat yang dimaksud : حنفاء لله غير مشركين به ومن يشرك بالله فكانما خر من السماءفتخطفه الطير او سحيقمكانبه الريح فيتهوي artinya : "Hunaffa'a lil-lahi (Tolaklah karena Tuhan), jangan meng-idolakan apapun dengan Dia. Barang siapa meng-idolakan sesuatu dengan Tuhan maka itu seperti ia jatuh dari langit dan kemudian disambar burung-burung atau diterpa angin ke tempat yang sangat jauh" (22:31) Kuncinya terletak pada kata Hunaffa'a yang berasal dari akar kata HNF yang menurut kamus arabic Lane 1893 berarti 'to decline' atau 'menolak', jadi Hunaffa'a lil-lahi artinya 'Tolak (agama-agama) karena Tuhan'. Sebagian ulama ada yang sepakat arti dari haniffan adalah 'dia yang berpaling' yang kalau kita lihat makna asalnya semua mempunyai kemiripan. Kata Haniffan atau Hanif itu telah lama dikenal sejak jaman sebelum Muhammad yaitu untuk menyebut orang-orang yang menolak agama pada umumnya dan dapat disimpulkan artinya adalah 'orang yang tidak beragama (irreligius)' dimana asal kata berasal dari bahasa yang lebih tua dari bahasa arabic yaitu bahasa aramaic dari kata 'hanfe' yang artinya orang yang tidak beragama. Dalam bahasa inggris adalah 'heathen' (an irreligious man). Nabi Ibrahim berkali-kali disebut sebagai seorang Haniffan karena ia menolak agama- agama Jadi karena dia menolak agama apapun maka dia bukanlah pemeluk agama tertentu dan ajaran yang ia bawa bukan agama baru untuk menggantikan agama lama sebab ia seorang Haniffan sejati, tentulah ia juga akan menolak agama islam jika saja ia tahu sekarang sebab ia bukan pemeluk agama apapun. Ia seorang Haniffa tulen. Jadi apa sebetulnya yang ia bawa ? lihat ayat berilut ini : ما كان ابراهيم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما وما كانمن المشركين artinya : 3:67 Ibrahim bukan pemeluk agama yahudi, agama Nasrani tetapi dia seorang Haniffan, seorang damai (Musliman) dan bukan termasuk orang idolator (musyrikin). Para ulama dan ahli agama islam banyak yang kebingungan dengan kata hanif ini dan ada yang menerjemahkan dengan 'orang yang lurus' (orang yang berpaling dari Politheisme) untuk menjadi 'monotheisme'. tetapi bukankah monotheis juga agama ? Padahal asal kata Hanif adalah anti agama karena berasal dari kata menolak, yang artinya menolak agama pada umumnya ?. Kebingungan ini juga melanda orang kristen yang mengatakan hanif adalah orang yang berapaling dari agama islam menjadi agama kristen. Dari perselisihan kedua agama ini jelas bagi kami bahwa mereka mencoba memanfaatkan kata hanif demi kepentingan kelompok agama mereka sendiri. Coba gunakan akal sehat ! apa yang mereka lakukan tidak lebih dari MEMPERSEMPIT arti kata. Tindakan seperti tidak lebih dari akal-akalan dan sepantasnya kita curiga. Logika dari ayat diatas sangatlah jelas jika terjemahkan secara kata asal, bahwa Ibrahim adalah seorang yang menolak agama apapun (haniffan) dan dia adalah seorang yang penuh dengan kedamaian (musliman) dan bukan seorang peng-idola (musyrikin). Jadi agama apa yang ditolak Ibrahim ? Jika kita mau mau jujur maka kita tahu bahwa semua agama pada umumnya adalah peng-idola walaupun para pengikutnya rata-rata bersifat hipokrit (munafik) dan menolak sebagai peng-idola tetapi pada kenyataannya pasti ada yang diidolakan terutama dalam tata cara ritual mereka paling tidak mereka mengidolakan tokoh-tokoh dalam kelompok agama mereka baik yang sudah tak ada maupun masih ada, sampai-sampai kebiasaaan Nabi ramai-ramai dicontoh dari mulai cara berpakaian, memelihara jenggot, cara kencing dan lain-lain. Atau mereka paling tidak mempunyai peminpin-peminpin yang mereka anggap lebih suci dari dirinya dan dogma-dogma dari mereka dianggap mempunyai kekuatan hukum agama sebagai wakil Tuhan di dunia. Produk semacam ini adalah hadis-hadis dalam agama islam, Talmud dalam agama Yahudi, karya-karya penginjil dalam agama kristen. Idola juga bisa pada benda sebagai simbol Tuhan semisal Ka'bah, batu Hajar Aswad dan Cross (tiang salib). Anda sebagai penganut agama tentu lebih tahu tentang benda-benda atau tempat-tempat yang dikeramatkan atau dengan kata lain di-idolakan dalam agama anda baik yang terasa maupun samar. Kami pada dasarnya adalah heretic murni (menolak semua dogma agama-agama) dan mengambil garis yang tegas seperti apa yang dilakukan Ibrahim dan kami menyamakan semua Nabi-Nabi hanya sebagai utusan pembawa pesan saja dan karena mereka semua telah mati maka pesan lebih penting daripada pembawa pesannya sendiri. Sikap tegas ini diambil berdasarkan wahyu Tuhan sendiri dan bukan atas keinginan sendiri atau motif pribadi. Bagi kami Islam yang artinya damai telah dirubah menjadi agama dan karenanya kami tolak sebab kami adalah Haniffan. Demikian pula Kristen, Yahudi, Budha, Hindu, Tao, Kong Hu Chu, Bhahaisme dan serba aneka agama semuanya kami tolak karena Tuhan. Silahkan anda lanjutkan penelitan anda sehubungan dengan Haniffan (ada 12 ayat)
|

| Perhatian : Isi dari Website ini dibuat dalam kawasan internasional karena itu tunduk pada hukum internasional dan tidak tunduk pada hukum suatu negara tertentu dan tidak ditujukan untuk penduduk negara tertentu |
| Under construction, please refresh |